All about Arsenal
Minggu, 30 Oktober 2016
Arsenal Trophy
Juara Divisi Pertama /Liga Premier: 13 kali yaitu tahun 1930-1931, 1932-1933, 1933-1934, 1934-1935, 1937-1938, 1947-1948, 1952-1953, 1970-1971, 1988-1989, 1990-1991 , 1997-1998, 2001-02, 2003-04
Juara Piala FA: 12 kali yaitu tahun 1930, 1936, 1950, 1971, 1979, 1993, 1998, 2002, 2003, 2005, 2014, 2015
Juara Piala Liga: 2 kali yaitu tahun 1986-87, 1992-93
Piala Winners: 1 kali yaitu tahun 1993-1994
Arsenal Team 2016-2017
| Penjaga Gawang | |||
| 33 | Petr Čech | Czech Republic | 20/05/1982 |
| 26 | Emiliano Martínez | Argentina | 2/9/1992 |
| 13 | David Ospina | Colombia | 31/08/1988 |
| Pemain Belakang | |||
| 21 | Calum Chambers | England | 20/01/1995 |
| 2 | Mathieu Debuchy | France | 28/07/1985 |
| 5 | Gabriel Paulista | Brazil | 26/11/1990 |
| 3 | Kieran Gibbs | England | 26/09/1989 |
| 24 | Héctor Bellerín | Spain | 19/03/1995 |
| 16 | Rob Holding | England | 20/09/1995 |
| 25 | Carl Jenkinson | England | 8/2/1992 |
| 6 | Laurent Koscielny | France | 10/9/1985 |
| 4 | Per Mertesacker | Germany | 29/09/1984 |
| 18 | Nacho Monreal | Spain | 26/02/1986 |
| Pemain Tengah | |||
| 36 | Krystian Bielik | Poland | 4/1/1998 |
| 34 | Francis Coquelin | France | 13/05/1991 |
| 35 | Mohamed Elneny | Egypt | 11/7/1992 |
| 11 | Mesut Özil | Germany | 15/10/1988 |
| 8 | Aaron Ramsey | Wales | 26/12/1990 |
| 19 | Santi Cazorla | Spain | 13/12/1984 |
| 10 | Jack Wilshere | England | 1/1/1992 |
| 29 | Granit Xhaka | Switzerland | 27/09/1992 |
| 35 | Gedion Zelalem | USA | 26/01/1997 |
| Pemain Depan | |||
| 32 | Chuba Akpom | England | 9/10/1995 |
| Takuma Asano | Japan | 10/11/1994 | |
| 12 | Olivier Giroud | France | 30/09/1986 |
| 27 | Serge Gnabry | Germany | 14/07/1995 |
| 45 | Alex Iwobi | Nigeria | 3/5/1996 |
| 15 | Alex Oxlade-Chamberlain | England | 15/08/1993 |
| 7 | Alexis Sánchez | Chile | 19/12/1988 |
| 22 | Yaya Sanogo | France | 27/01/1993 |
| 14 | Theo Walcott | England | 16/03/1989 |
| 23 | Danny Welbeck | England | 26/11/1990 |
| Pelatih | |||
| Arsène Wenger | France | 22/10/1949 | |
| Asisten Pelatih | |||
| Neil Banfield | England | 20/01/1962 | |
| Steve Bould | England | 16/11/1962 | |
| Boro Primorac | Bosnia-Herzegovina | 5/12/1954 | |
| Pelatih Kiper | |||
| Gerry Peyton | Ireland | 20/05/1956 | |
Daftar Skuad Pemain Baru Arsenal di atas dapat berubah, hal ini dikarenakan bursa transfer masih belum ditutup. Namun Anda jangan khawatir karena berbol akan selalu memperbaruinya.
Sabtu, 29 Oktober 2016
History Of Arsenal
Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London
Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA).
Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, tapi tidak dengan gelar dari kompetisi Eropa.
Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.
Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.
Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan yang bagus dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja.
Pada Desember 2011 Arsenal merayakan ulang tahun yang ke 125 tahun semenjak klub itu berdiri pada tahun 1886. Perayaan tersebut dengan peresmian patung tiga legenda Arsenal yaitu Herbert Chapman,Tony Adams dan Thiery Henry. Perubahan juga terjadi dibagian logo klub London tersebut dengan penambahan kata Foward dan daun oak. Arsenal sendiri pada ulang tahun tersebut mengakhiri posisi di liga inggris diurutan ketiga dan strikernya Robin van Persie menjadi top skorenya.
Arsenal Golden Memory
Biasanya, label juara tak terkalahkan berlaku bagi tim yang memenangi kompetisi dengan dua atau tiga kekalahan saja. Artinya, jumlah kalah yang relatif sangat sedikit bisa diasumsikan sebagai “tak terkalahkan”. Namun, hal ini tak berlaku untuk Arsenal pada musim 2002/2003. Saat itu, dalam 38 pertandingan, mereka benar-benar tak terkalahkan. Thierry Henry dan kawan-kawan mencatat 26 kali kemenangan dan 12 hasil seri. Total, 90 poin mereka dapatkan.
Dilihat dari segi formula tim, memang Arsenal tahun tersebut memiliki para pemain matang. Di depan gawang, ada kiper sekaliber Jens Lehmann. Kuartet bek yang melindungi Lehmann pun pasti membuat striker lawan menciut nyalinya. Ada Lauren, Kolo Toure, dan duo Inggris: Sol Campbell yang pernah dijuluki Yudas-nya Tottenham Hotspur plus Ashley Cole yang meski masih muda, sudah tak tergantikan di Inggris dan Arsenal.
Di lini tengah, ada empat gelandang internasional dan tambahan Dennis Bergkamp yang ditarik sebagai second striker di belakang Thierry Henry. Pattrik Vieira sang kapten, Gilberto Silva, plus Robert Pires di kiri dan Frederick Ljungberg dengan sayatan tajam di area masing-masing.
Satu penyerang di depan, Thierry Henry sukses mengoleksi 30 gol dalam 37 pertandingan.
Sebagai juara liga, Arsenal sangat konsisten. Cuma tujuh pekan mereka tak berada di puncak klasemen (posisi 4 pada pekan pertama dan posisi dua di pekan 11, 14, 15, 18, 19, dan 20). 31 pekan lain dilalui sebagai nomor satu di Premier League. Termasuk, 9 kemenangan liga secara beruntun pada pekan 21 hingga pekan 29.
Arsenal memang “cuma” terbiasa menang dengan margin tipis, entah dengan jarak satu gol atau dua gol. Namun, bukan berarti mereka hanya beruntung. The Gunners pernah menghancurkan Middlesbrouh 0-4 di Riverside dan Leeds United 5-0 di Highbury.
Dalam pertandingan terakhir, Arsenal menghadapi Leicester City. Tuan rumah sempat tertinggal dahulu pada menit 26 lewat aksi Paul Dickov. Harapan agar Arsenal menyapu bersih laga tanpa kekalahan sempat hampir menguap. Namun, sepakan penalti Thierry Henry pada menit 47 dan gol Pattrik Vieira membalikkan keadaan. Berpestalah Highbury. Bahkan, rekor 38 kali tak kalah ini berlanjut hingga musim berikutnya. Cuma partai kontroversial melawan Manchester United (Arsenal kalah 2-0 di Old Trafford) yang mematahkan rekor The Gunners dan terhenti pada angka 49 pertandingan tanpa kalah.
Jika dilihat dari segi umur, pasukan Arsene Wenger musim 2003/2004 memang bukan anak-anak bau kencur seperti sekarang. Starting XI mereka rata-rata berusia 28 tahun. Bahkan, ada Jens Lehmann yang berusia 34 tahun dan Dennis Bergkamp yang 35 tahun. Meskipun bukan jaminan, faktanya memang bermain bersama pemain-pemain senior kaya pengalaman, mampu mengatrol Ashley Cole yang saat itu masih 23 tahun dan Jose Antonio Reyes yang 20 tahun. Bandingkan dengan keadaan Arsenal sekarang yang pada awal musim sampai-sampai memakai pemain tim Reserves dan akademi seperti Colequin, Henry Lansbury, dan Ignasi Miquel.
Langganan:
Postingan (Atom)








